Blog pendidikan yang berisi tentang semua hal yang berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan sulit, tuliskan pertanyaan yang anda ingin tanyakan, maka kami akan siap sedia menjawab semua pertanyaan anda.

Jumat, 07 Oktober 2016

Jelaskan Latar Belakang Perjanjian Hudaibiyah

Advertisement

Advertisement
Baca Juga :
Jelaskan Latar Belakang Perjanjian Hudaibiyah - Pada kesempatan kali ini kita semua akan belajar tentang Latar Belakang Perjanjian Hudaibiyah. Perjuangan dalam rangka menyebarkan risalah tauhid yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan kaum muslimin sungguh sangat berat. Berbagai tantangan dan halangan kerap dijumpai, di era Makkah ketika islam baru sedikit pengikutnya, kaum mushrikin Quraysh begitu gencar menghalang-halangi dan mengintimidasi kaum muslimin agar jangan sampai dakwah islam tersebar lebih luas lagi. Di era Madinah ketika Rasulullah SAW dan para sahabatnya telah hijrah meninggalkan Makkah, orang-orang yang membenci dan memusuhi islam juga bertambah.

Tidak hanya orang mushrikin Quraysh, di Madinah ada kelompok Yahudi dan kaum munafik yang begitu berambisi untuk menghancurkan islam, namun usaha demi usaha yang mereka lakukan gagal. Kaum muslimin memenangkan peperangan demi peperangan yang terjadi baik yang besar maupun kecil kecuali perang Uhud, mulai peperangan pertama, yakni perang Badar, perang Khandak atau Ahzab yang terjadi pada bulan Syawal tahun ke-4 H sampai perang Bani Lahyan yang terjadi pada bulan Jumadil Awal tahun ke-6 H.
Jelaskan Latar Belakang Perjanjian Hudaibiyah

Berikut Adalah Latar Belakang Perjanjian Hudaibiyah :

  1. Kerinduan kaum muslimin untuk menengok tanah airnya dan Keinginan sahabat baik dari kaum Anshar maupun Muhajirin untuk dapat menunaikan Ibadah haji.
  2. Rasulullah bermimpi pergi bersama dengan para sahabatnya ke Mekkah dan memasuki Masjidil Haram dengan aman. 
  3. Memberitahu dan mengajak kaum musyrikin Arab pergi ke Mekkah
  4. Rasulullah memerintahkan kepada kaum muslimin berangkat ke Mekkah untuk menunaikan haji.
Akhirnya setelah melewati beberapa ujian dan cobaan yang sedemikian berat, setelah ketakwaan dan kebulatan hati mereka diuji dengan kesanggupan serta kerelaan mengorbankan jiwa, raga dan harta benda demi tegaknya kebenaran Allah dan rasul-Nya di muka bumi. Bersamaan dengan itu kedhaliman kaum mushrikin telah mencapai batas ketinggian puncaknya, tidak ada kebenaran Allah yang tidak mereka ingkari. Segala cara telah mereka tempuh untuk membendung jalan Allah serta memerangi kaum muslimin.

Cukuplah sudah kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk membedakan yang hak dari yang batil, untuk kembali ke jalan yang lurus, untuk meninggalkan pemujaan patung-patung berhala, dan untuk mengakui bahwasanya tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah. Setelah semuanya itu berlangsung selama kurang lebih 13 tahun Rasulullah SAW berada di Makkah dan 6 tahun beliau hijrah ke Madinah. Kini tibalah Allah SWT menghendaki agama islam lebih kokoh lagi setelah kian lama kaum muslimin terdidik dan terlatih menghadapi segala kesukaran dan rintangan.

Allah menghendaki cara lain untuk menundukkan manusia-manusia keras kepala kepada kebenaran dan kekuasaan-Nya. Allah menghendaki agar kaum mukmin memperlihatkan kekuatan nyata yang dapat menggetarkan kaum mushrikin Makkah, kota itu harus berada di bawah naungan islam dan baitullah harus segera disucikan dan dibersihakan dari patung-patung berhala dan segala macam kepercayaan jahiliyyah yang membelenggu kota suci itu. Untuk kesemuanya itu Allah menciptakan sebab dan sarana, sebab itu adalah Perjanjian Hudaibiyah.

Berawal dari apa yang disampaikan Rasulullah kepada para sahabatnya ihwal mimpi beliau yang masuk kota Makkah dan berá¹­awaf mengitari Baitullah al-Haram, tanpa kejelasan mengenai waktu, bulan dan tahunnya. Para sahabat utamanya kaum Muhajirin sangat gembira dengan kabar yang disampaikan oleh Rasulullah itu. Mereka pun tidak meragukan sama sekali bahwa mimpi beliau pasti terjadi dan akan menjadi kenyataan dalam tahun itu juga. Pentakwilan mereka seperti itu terpadu dengan hasrat serta keinginan mereka yang demikian besar sehingga membangkitkan kerinduan yang telah sekian lama terpendam. Itulah antara lain yang membuat mereka begitu semangat dan antusias untuk siap-siap berangkat ke Makkah bersama Rasulullah.

Itulah pembahasan kami mengenai Jelaskan Latar Belakang Perjanjian Hudaibiyah. Penulis menyadari terdapat banyak kekurangan dalam penjelasan diatas, untuk itu komentar dalam bentuk kritik, saran atau masukan sangat penulis harapkan demi kemajuan tulisan ini, baca juga tulisan kami sebelumnya yang membahas tentang Sebutkan Isi Perjanjian Hudaibiyah 1 dan 2 Antara Rasul dengan Kafir Quraisy. semoga dapat bermanfaat.

Advertisement
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Jelaskan Latar Belakang Perjanjian Hudaibiyah

0 komentar: